Berita Lain

 

 

» detikSport » Raket

Kamis, 27/03/2008 07:07 WIB
Sony Ericsson Open
Federer Mencari Penebusan
Arya Perdhana - detikSport


AFP/Robyn Beck

Jakarta - Tahun 2008 sudah hampir memasuki bulan April. Selama itulah seorang Roger Federer masih belum memetik gelar. Apakah penebusan itu akan datang di turnamen Sony Ericsson Open?

Bila ukurannya adalah prestasi, Federer tengah menjalani sebuah tahun yang buruk. Tampil di tiga turnamen, petenis nomor satu dunia itu belum pernah meraih satu pun gelar; bahkan masuk final pun ia tak sanggup.

Kembali ke belakang, Federer tumbang di semifinal Australia Terbuka di tangan Novak Djokovic. Bukannya membaik, petenis 26 tahun itu malah tumbang di babak pertama Dubai Terbuka oleh Andy Murray. Terakhir, Federer Express dikalahkan Mardy Fish di semifinal Pacific Life Open.

Ini adalah start terburuk Federer semenjak tahun 2000. Delapan tahun lalu, wajar bila Federer lebih banyak gagal. Usianya masih 18 tahun dan baru tiga tahun berikutnya ia bisa menjadi jawara Grand Slam.

Seusai menduduki kursi nomor satu dunia tahun 2004, inilah kali pertama Federer gagal mencapai satu pun final dalam tiga turnamen secara berurutan.

Meski mungkin tengah menukik, Federer masih tetap yang terbaik saat ini. Meski begitu, ia menyadari betul bahwa dirinya perlu memberikan sedikit sentuhan berbeda dalam permainannya.

"Saya pikir saya punya banyak potensi untuk bermain lebih agresif. Yang lain adalah tentang bagaimana menjaga kebugaran dan kemampuan bermain bertahan," ujar Federer dikutip YahooSports.

"Saya hanya perlu memperbaiki beberapa hal kecil. Di tahap karir saya saat ini, ini adalah soal detail. Saya tak ingin jadi pemain yang berbeda. Saya tidak mau," sambungnya.

Di Sony Ericsson Open, atau kerap juga disebut sebagai Miami Masters, Federer mencoba lagi. Di turnamen itu, Federer memiliki reputasi besar. Ia dua kali jadi juara di sana, tahun 2005 dan 2006.

Inilah saat yang sangat tepat bagi Federer untuk menebus prestasi buruknya di awal tahun. Menjadi unggulan satu, Federer langsung lolos ke babak kedua. Di sana ia akan bertemu pemenang partai John Isner (Amerika) vs Gael Monfils (Prancis).

Jalan menjadi juara tentunya takkan mudah. Tapi seorang Federer memiliki semua modal yang ia perlukan untuk bangkit. Bisa, Federer?

(arp/krs)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.


Baca juga :



Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526