Forum detikSport
- [Edit Title] Beranda-nya ... begi.....tu
- On Going Tournament (Badm... MissUnderstanding
- "All abaut LIliana N... begi.....tu
Berita Lain
- Minggu, 07/09/2008 15:25 WIB
Commonwealth Bank Tennis Classic
'Tak Ada 10 Besar, tetap Berkualitas' - Minggu, 07/09/2008 14:13 WIB
Commonwealth Bank Tennis Classic
Sandy Dihadang Schiavone - Minggu, 07/09/2008 12:57 WIB
Commonwealth Bank Tennis Classic
Dua Petenis Tuan Rumah ke Babak Utama - Minggu, 07/09/2008 08:21 WIB
AS Terbuka
Final Putri Juga Ditunda - Minggu, 07/09/2008 05:37 WIB
AS Terbuka
Badai, Nadal vs Murray Dihentikan - Minggu, 07/09/2008 04:40 WIB
AS Terbuka
Atasi Djokovic, Federer Tunggu Lawan di Final
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 28/03/2007 12:08 WIB
Canas Tak Tahu Cara Kalahkan Federer
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Matthew Stockman)
Miami - Menang satu kali atas seorang Roger Federer boleh saja dikait-katikan dengan nasib baik atau keberuntungan. Tapi bisa menang dua kali berturut-turut pasti bukan kebetulan semata.
Guillermo Canas semestinya istimewa karena mampu mempecundangi Federer dua kali berturut-turut dalam selang waktu dua minggu.
Pada 12 Maret lalu ia mengungguli petenis nomor satu dunia itu di babak kedua turnamen Pacific Life Open di Indian Wells. Ketika itu Canas menghentikan rekor tak terkalahkan Federer dalam 41 pertandingan.
Dinihari tadi, Rabu (28/3/2007), Canas melakukan hal serupa di Miami. Di putaran keempat Sony Ericsson Open, pemain peringkat 55 dunia itu memaksa Federer bertarung dua jam 38 menit di lapangan sebelum akhirnya menyerah 7-6 2-6 7-6.
Canas, yang sempat menjalani skorsing 15 bulan karena kasus doping, menjadi pemain kelima yang dua kali beruntun mampu mengalahkan Federer, yang musim lalu hanya kalah dua kali -- semuanya di lapangan hard court.
Apa rahasia Canas sehingga Federer, yang nyaris tak terkalahkan sejak 2004 --mengantongi rekor bertanding 261-16 dan meraih 35 titel juara di 51 turnamen --bisa dibuatnya tak berkutik?
"Saya tidak tahu apa kunci buat mengalahkan dia," jawab pria Argentina berusia 29 tahun itu. "Saya hanya berjuang untuk merebut setiap poin. Mungkin itulah yang membuat saya bisa mengalahkan dia."
Ia menambahkan, tetap saja ada faktor keberuntungan dalam pencapaian prestasi tersebut. Canas mengaku sedang bermain sangat baik pada dua pertandingan tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Saya hanya tahu bahwa saya bermain sangat baik," tukasnya. "Ini seperti mimpi. Dua kali berturut-turut dalam dua minggu menaklukkan pemain nomor satu, rasanya sungguh luar biasa."
( a2s / mel )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Canas Tak Tahu Cara Kalahkan Federer
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Matthew Stockman)
Guillermo Canas semestinya istimewa karena mampu mempecundangi Federer dua kali berturut-turut dalam selang waktu dua minggu.
Pada 12 Maret lalu ia mengungguli petenis nomor satu dunia itu di babak kedua turnamen Pacific Life Open di Indian Wells. Ketika itu Canas menghentikan rekor tak terkalahkan Federer dalam 41 pertandingan.
Dinihari tadi, Rabu (28/3/2007), Canas melakukan hal serupa di Miami. Di putaran keempat Sony Ericsson Open, pemain peringkat 55 dunia itu memaksa Federer bertarung dua jam 38 menit di lapangan sebelum akhirnya menyerah 7-6 2-6 7-6.
Canas, yang sempat menjalani skorsing 15 bulan karena kasus doping, menjadi pemain kelima yang dua kali beruntun mampu mengalahkan Federer, yang musim lalu hanya kalah dua kali -- semuanya di lapangan hard court.
Apa rahasia Canas sehingga Federer, yang nyaris tak terkalahkan sejak 2004 --mengantongi rekor bertanding 261-16 dan meraih 35 titel juara di 51 turnamen --bisa dibuatnya tak berkutik?
"Saya tidak tahu apa kunci buat mengalahkan dia," jawab pria Argentina berusia 29 tahun itu. "Saya hanya berjuang untuk merebut setiap poin. Mungkin itulah yang membuat saya bisa mengalahkan dia."
Ia menambahkan, tetap saja ada faktor keberuntungan dalam pencapaian prestasi tersebut. Canas mengaku sedang bermain sangat baik pada dua pertandingan tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Saya hanya tahu bahwa saya bermain sangat baik," tukasnya. "Ini seperti mimpi. Dua kali berturut-turut dalam dua minggu menaklukkan pemain nomor satu, rasanya sungguh luar biasa."
( a2s / mel )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
