Forum detikSport
- A1GP: Kecewa berat sama T... MULDER
- Alamat perguruan kungfu d... zhouenlai
- Perguruan Pencak Silat yg... yon_doang
- Horeee... WSBK ada di Tra... gozel
- bwat penggemar base ball ... 'Insan
- Road Race ( Pasar Senggol... Siliwangi
Berita Lain
- Rabu, 08/10/2008 00:02 WIB
Asian Beach Games 2008
SBY Minta Keamanan Diperketat - Selasa, 07/10/2008 21:00 WIB
Asian Beach Games 2008
Kolaborasi Budaya dan Olahraga di Acara Pembukaan - Selasa, 07/10/2008 20:07 WIB
Asian Beach Games 2008
SBY Hadiri Upacara Pembukaan - Selasa, 07/10/2008 19:38 WIB
Asian Beach Games 2008
Venue Diharapkan Siap pada 13 Oktober - Selasa, 07/10/2008 18:47 WIB
Asian Beach Games
1.090 Medali Akan Diperebutkan - Selasa, 07/10/2008 00:56 WIB
ABG Juga Pakai Api Merapen
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 25/02/2008 18:58 WIB
Panitia PON Di-deadline Sampai April
Lily Indriyani - detiksport
Jakarta - Panitian PON XVII Kalimantan Timur dituntut segera merampungkan pembangunan berbagai sarana olahraga yang belum selesai. Jika tak selesai hingga April, PON bisa saja dipindah.
Demikian hasil rapat Komisi X DPR yang disampaikan Sekretaris Menegpora, Wafid Muharram dalam konferensi pers di kantor Menengpora, Senin (25/2/2008) sore WIB. Komisi X DPR sendiri menggelar rapat beberapa jam sebelumnya.
"Komisi X menyerahkan menyerahkan teknis pada pemerintah dengan harapan (PON tetap) dilaksanakan tapi ada beberapa catatan. Kalau ada kekurangan sampai April, PON akan dipidahkan. Tapi itu semua terserah pemerintah," ungkap Muharram.
Hingga lima bulan sebelum resmi dibuka, PON 2008 memang masih menemui banyak kendala dengan beberapa venue cabang olahraga bahkan belum selesai dibangun. Meski begitu nada optimis masih terlontar dari pihak panitia.
"Ada tiga venue yang masih memprihatinkan, dari squash, menembak dan dayung. Tapi ada keyakinan dari pembicaraan dengan koordinator di lapangan kalau itu bisa diselesaikan pada waktunya. Mungkin April atau Mei akan selesai," ungkap Wakil Ketua Harian PB PON, Hermain Okol.
Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Ketua KONI Pusat, Rita Subowo, yang beberapa hari lalu melakukan lawatan ke Samarinda. "Jangan hanya karena cabang olahraga yang belum selesai lantas PON tidak jadi dilaksanakan," sahut Rita singkat.
Pendanaan menjadi salah satu masalah utama belum selesainya pembangunan beberapa venue tersebut. Pihak panitian bahkan sudah meminta tambahan dana sebesar Rp 200 miliar untuk melengkapi berbagai keperluan yang dibutuhkan.
"Untuk seluruh sarana sudah dihabiskan Rp 3,2 triliun. Kami sudah meminta Rp 200 miliar dari Jakarta tapi belum terealisasi. Untuk membangun membangun lapangan menembak dialokasikan dana Rp 49 miliar, Rp 45 miliar untuk squash dan Rp 26 miliar untuk pembangunan waduk buat dayung," pungkas Hermain. ( din / din )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Panitia PON Di-deadline Sampai April
Lily Indriyani - detiksport
Demikian hasil rapat Komisi X DPR yang disampaikan Sekretaris Menegpora, Wafid Muharram dalam konferensi pers di kantor Menengpora, Senin (25/2/2008) sore WIB. Komisi X DPR sendiri menggelar rapat beberapa jam sebelumnya.
"Komisi X menyerahkan menyerahkan teknis pada pemerintah dengan harapan (PON tetap) dilaksanakan tapi ada beberapa catatan. Kalau ada kekurangan sampai April, PON akan dipidahkan. Tapi itu semua terserah pemerintah," ungkap Muharram.
Hingga lima bulan sebelum resmi dibuka, PON 2008 memang masih menemui banyak kendala dengan beberapa venue cabang olahraga bahkan belum selesai dibangun. Meski begitu nada optimis masih terlontar dari pihak panitia.
"Ada tiga venue yang masih memprihatinkan, dari squash, menembak dan dayung. Tapi ada keyakinan dari pembicaraan dengan koordinator di lapangan kalau itu bisa diselesaikan pada waktunya. Mungkin April atau Mei akan selesai," ungkap Wakil Ketua Harian PB PON, Hermain Okol.
Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Ketua KONI Pusat, Rita Subowo, yang beberapa hari lalu melakukan lawatan ke Samarinda. "Jangan hanya karena cabang olahraga yang belum selesai lantas PON tidak jadi dilaksanakan," sahut Rita singkat.
Pendanaan menjadi salah satu masalah utama belum selesainya pembangunan beberapa venue tersebut. Pihak panitian bahkan sudah meminta tambahan dana sebesar Rp 200 miliar untuk melengkapi berbagai keperluan yang dibutuhkan.
"Untuk seluruh sarana sudah dihabiskan Rp 3,2 triliun. Kami sudah meminta Rp 200 miliar dari Jakarta tapi belum terealisasi. Untuk membangun membangun lapangan menembak dialokasikan dana Rp 49 miliar, Rp 45 miliar untuk squash dan Rp 26 miliar untuk pembangunan waduk buat dayung," pungkas Hermain. ( din / din )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
