Forum detikSport
- Survey buat Fans F1 sejat... NosaAlonso
- McLaren Mercedes Fans: Lb... elvinchi
- Lelucon (penalty) FIA/ste... enigmatic-al
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Prediksi 1... Pole
- 2... zenvan2003
Berita Lain
- Senin, 13/10/2008 19:32 WIB
Hamilton: Massa Sengaja Tabrak Saya - Senin, 13/10/2008 16:25 WIB
Alonso: Saya Akan Bantu Massa - Senin, 13/10/2008 14:58 WIB
Kubica Berharap Bisa Seperti Kimi - Senin, 13/10/2008 12:29 WIB
Hamilton (Ternyata) Belum Belajar - Senin, 13/10/2008 11:21 WIB
Berger: Terlalu Banyak Penalti di Fuji - Senin, 13/10/2008 06:45 WIB
Jepang Usai, China & Brasil Menanti
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Selasa, 06/05/2008 07:00 WIB
Jelang GP Turki
Super Aguri Dilarang Masuk Istanbul Park
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Marwan Naami
Istanbul - Gonjang-ganjing nasib kelanjutan Super Aguri di F1 musim ini berlanjut. Mereka terncam tak bisa membalap di GP Turki weekend ini karena tak diizinkan masuk Sirkuit Istanbul Park.
Diberitakan AFP, Selasa (6/5/2008), saat tim-tim lain mulai mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk menjalani GP Turki, nasib tim Super Aguri justru terkatung-katung. Beberapa truk dan motorhome yang membawa segala perlengkapan tim asal Jepang itu terpaksa parkir di luar area Sirkuit Istambul Park akibat dilarang masuk.
"Saya tidak percaya kejadian ini nyata, (tapi) mereka tak bisa memasuki sirkuit. Saya tak tahu apa yang terjadi. saya tak tahu alasan kenapa tim saya yang bisa membalap di GP Spanyol kini tak diakui," seru Bos Super Aguri, Aguri Suzuki.
Sejak menjalani debutnya di F1 tahun 2006 lalu, Super Aguri tak pernah lepas dari masalah keuangan. Keikutsertaan mereka musim ini bahkan sempat terancam lantaran masalah yang sama.
Kabar baik sempat mendatangi Super Aguri setelah Magma Grup berencana mengakuisisi mereka. Sayangnya tiga pekan lalu Magma justru membatalkan niatnya.
Akhir pekan lalu Super Aguri sempat mengumumkan kalau mereka berencana mengadakan pertemuan dengan Honda yang selama ini menyokong kehidupan mereka untuk membicaran sebuah paket bantuan yang ditawarkan perusahan otomotif Jerman, Weigl Group. Sayangnya sebelum pertemuan itu terlaksana mereka kini terancam menyudahi kiprahnya di ajang balapan darat.
Kalau kemudian Super Aguri dilarang masuk Istanbul Park, itu dikabarkan karena adanya campur tangan Nick Fry yang tak lain merupakan Presiden Eksekutif Honda. Fry dikabarkan melalukan pembicaarn dengan Bernie Ecclestone dan mengatakan kalau Super Aguri tak akan membalap di Turki, yang kemudian berujung pada keluarnya larangan tersebut.
Honda yang kini menjadi penyedia mesin Super Aguri dan ikut membari bantuan teknis juga dikabarkan telah memberikan suntikan dana untuk membantu Super Aguri tampil di Spanyol dua pekan lalu. Padahal dalam sebuah kesempatan Fry sempat berucap kalau dia tidak ingin Super Aguri terus menerus "menggerogoti" sumber daya tim Honda.
"Honda sudah memberi Super Aguri setiap dukungan yang sangat berharga dan lebih dari yang seharusnya. Kami mencoba membantu sebisa mungkin dan Honda tak pernah berniat untuk mendanai dua tim F1. Kami sudah jauh melewati apa yang direncanakan (terhadap Suprr Aguri). Sekarang mereka harus mencari uang," ungkap Fry di Barcelona. ( din / krs )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Jelang GP Turki
Super Aguri Dilarang Masuk Istanbul Park
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Marwan Naami
Diberitakan AFP, Selasa (6/5/2008), saat tim-tim lain mulai mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk menjalani GP Turki, nasib tim Super Aguri justru terkatung-katung. Beberapa truk dan motorhome yang membawa segala perlengkapan tim asal Jepang itu terpaksa parkir di luar area Sirkuit Istambul Park akibat dilarang masuk.
"Saya tidak percaya kejadian ini nyata, (tapi) mereka tak bisa memasuki sirkuit. Saya tak tahu apa yang terjadi. saya tak tahu alasan kenapa tim saya yang bisa membalap di GP Spanyol kini tak diakui," seru Bos Super Aguri, Aguri Suzuki.
Sejak menjalani debutnya di F1 tahun 2006 lalu, Super Aguri tak pernah lepas dari masalah keuangan. Keikutsertaan mereka musim ini bahkan sempat terancam lantaran masalah yang sama.
Kabar baik sempat mendatangi Super Aguri setelah Magma Grup berencana mengakuisisi mereka. Sayangnya tiga pekan lalu Magma justru membatalkan niatnya.
Akhir pekan lalu Super Aguri sempat mengumumkan kalau mereka berencana mengadakan pertemuan dengan Honda yang selama ini menyokong kehidupan mereka untuk membicaran sebuah paket bantuan yang ditawarkan perusahan otomotif Jerman, Weigl Group. Sayangnya sebelum pertemuan itu terlaksana mereka kini terancam menyudahi kiprahnya di ajang balapan darat.
Kalau kemudian Super Aguri dilarang masuk Istanbul Park, itu dikabarkan karena adanya campur tangan Nick Fry yang tak lain merupakan Presiden Eksekutif Honda. Fry dikabarkan melalukan pembicaarn dengan Bernie Ecclestone dan mengatakan kalau Super Aguri tak akan membalap di Turki, yang kemudian berujung pada keluarnya larangan tersebut.
Honda yang kini menjadi penyedia mesin Super Aguri dan ikut membari bantuan teknis juga dikabarkan telah memberikan suntikan dana untuk membantu Super Aguri tampil di Spanyol dua pekan lalu. Padahal dalam sebuah kesempatan Fry sempat berucap kalau dia tidak ingin Super Aguri terus menerus "menggerogoti" sumber daya tim Honda.
"Honda sudah memberi Super Aguri setiap dukungan yang sangat berharga dan lebih dari yang seharusnya. Kami mencoba membantu sebisa mungkin dan Honda tak pernah berniat untuk mendanai dua tim F1. Kami sudah jauh melewati apa yang direncanakan (terhadap Suprr Aguri). Sekarang mereka harus mencari uang," ungkap Fry di Barcelona. ( din / krs )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
