- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 04:15 WIB
Eriksson Didesak Mundur - Jumat, 21/11/2008 01:45 WIB
CAS: Atletico Tetap Tampil tanpa Penonton - Kamis, 20/11/2008 18:24 WIB
Berbatov Ancam Pensiun dari Timnas - Kamis, 20/11/2008 13:52 WIB
Lagi, Wasit Diancam Dibunuh - Kamis, 20/11/2008 13:08 WIB
Kecewanya Terry Usai Buat Blunder - Kamis, 20/11/2008 11:32 WIB
Hasil Sempurna untuk Tahun Gemilang Capello
Indeks Berita
detikSport »
o
Selasa, 07/10/2008 05:09 WIB
Blatter: Piala Eropa 24 Negara Konyol
Kris Fathoni W - detiksport

AFP
Seperti dikabarkan sebelumnya, proposal penambahan jumlah peserta Piala Eropa yang sudah diajukan beberapa negara sejak tahun lalu akhirnya disetujui dalam kongres sebelum Euro 2008 lalu. Lampu hijau diberikan lebih dari setengah anggota UEFA yang total berjumlah 53 negara.
Hal itu jelas membuka peluang negara kecil untuk ikut mencicipi turnamen tersebut. Namun, kritik sudah diprediksi akan lahir karena penambahan ini dikhawatirkan membuat gengsi kompetisi itu menurun.
Selain itu, besarnya peluang lolos bukan tak mungkin bikin pertarungan di babak kualifikasi jadi kurang greget. Dengan 24 jumlah finalis turnamen, artinya nyaris separuh dari 53 negara anggota UEFA akan masuk putaran final.
"Saya tak senang dengan hal ini. Praktis separuh dari asosiasi akan lolos terlihat konyol buat saya," cetus Blatter seperti dikutip Reuters, Selasa (7/10/2008).
"Saya tak yakin dengan (berkurangnya) kualitas tapi ini terlalu rumit buat saya dan tak cukup sederhana buat negara-negara untuk saling bersaing," lugas dia.
Selain itu, perubahan nama Piala UEFA menjadi UEFA Europa League mulai musim depan (2009/2010) juga tak lepas dari kritik Blatter. Hal ini dikhawatirkan bisa kembali membuka kemungkinan lahirnya liga super Eropa yang jelas-jelas ditentang Blatter.
"Kami memiliki Liga Champions dan sekarang Europa Liga yang baru ini, di mana pada dasarnya ini adalah divisi pertama dan kedua di Eropa. Beberapa tahun lalu sejumlah klub besar bertujuan membentuk liga Eropa, yang mana tetap hidup di benak beberapa klub, dan sekarang hal ini kembali membuka pintu buat liga super yang bisa merugikan sepakbola," tandas Blatter.
( krs / key )
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
