Forum detikSport
- Indonesia 'Spesial' di A1... Pejaten
- The Race Of Champions... Phoenix_2003
- F1 Car 2009 - keep update... Pole
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Prediksi 1... Pole
- 2... emblazon
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 15:43 WIB
Rossi: Aku Bisa Jadi Pembalap F1 yang Oke - Jumat, 21/11/2008 05:14 WIB
'Loeb Cukup Cepat untuk F1' - Kamis, 20/11/2008 05:20 WIB
Tes F1 di Barcelona
Vettel Kembali Memimpin di Hari Terakhir - Kamis, 20/11/2008 02:47 WIB
De La Rosa Tak Bikin Sutil Terancam - Rabu, 19/11/2008 16:21 WIB
Buruknya Mobil BMW di Mata Test Driver - Rabu, 19/11/2008 06:20 WIB
Tes F1 di Barcelona
Vettel Tercepat, Red Bull Dominan
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Rabu, 08/10/2008 06:30 WIB
Mosley: Berhemat atau F1 Bakal Tamat
Kris Fathoni W - detiksport

London - Presiden FIA Max Mosley mengeluarkan pernyataan mencengangkan. Formula Satu bisa jadi hanya bertahan setahun lagi kecuali dilakukan pemotongan pengeluaran secara drastis.
Mosley yang akan turun dari jabatannya tahun depan meyakini bahwa masa depan olahraga otomotif tersebut sedang terancam oleh meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai satu buah tim. Itu bisa dilihat dari nasib tim Super Aguri.
Tim Jepang tersebut mundur dari kejuaraan dunia usai GP Spanyol karena kekurangan dana. Mosley mengkhawatirkan setidaknya dua tim bisa mengikuti jejak Super Aguri jika keadaan tak berubah.
"Saya pikir olahraga ini akan berada dalam posisi yang sulit jika kami kehilangan dua tim lagi," ujar Mosley kepada BBC yang dikutip AFP, Rabu (8/10/2008).
"Saat ini kami punya 20 mobil bersaing dan jika kami kehilangan dua tim maka kami akan punya 16 mobil saja dan itu bisa melenyapkan grid yang kredibel. Beberapa pabrikan sudah mengalami kesulitan jika Anda melihat harga saham mereka," analisa dia.
Mosley beranggapan bahwa olahraga tersebut tak bisa lagi jor-joran mengeluarkan uang dan harus bisa lebih efektif menangani keuangan jika ingin bertahan hidup.
"Ini belumlah terkena masalah krisis keuangan global. Hal seperti itu sudah saya kampanyekan selama dua atau tiga tahun terakhir. Sebelum kesulitan ekonomi saat ini, sudah jelas terlihat bahwa F1 telah sulit dipertahankan."
Hal itu bukanlah perkara sepele karena kalau keadaan terus berjalan seperti ini, F1 ada di ambang maut. "Jika kami tak segera menuntaskan hal ini pada 2010 kami akan berada dalam kesulitan serius. Kami bisa tetap hidup sepanjang 2009, tapi saya tak yakin setelah itu."
"Anda tak bisa menjalankan bisnis dengan pengeluaran yang besarnya dua atau tiga kali lebih besar dari pemasukan. Situasi saat ini bergantung kepada miliarder yang menyubsidi tim," demikian Mosley.
Alhasil, pemotongan pengeluaran sederhana dikatakan Mosley bakal membantu tim untuk bisa survive. Salah satu cara adalah mengurangi biaya untuk merakit sebuah mobil.
"Mesin dan girboks saja menghabiskan 25 juta pound (Rp 419 miliar) setahun dan itu bisa dikurangi sekitar lima persen tanpa ada perbedaan yang sangat mencolok," tandas dia.
( krs / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Mosley: Berhemat atau F1 Bakal Tamat
Kris Fathoni W - detiksport

Mosley yang akan turun dari jabatannya tahun depan meyakini bahwa masa depan olahraga otomotif tersebut sedang terancam oleh meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai satu buah tim. Itu bisa dilihat dari nasib tim Super Aguri.
Tim Jepang tersebut mundur dari kejuaraan dunia usai GP Spanyol karena kekurangan dana. Mosley mengkhawatirkan setidaknya dua tim bisa mengikuti jejak Super Aguri jika keadaan tak berubah.
"Saya pikir olahraga ini akan berada dalam posisi yang sulit jika kami kehilangan dua tim lagi," ujar Mosley kepada BBC yang dikutip AFP, Rabu (8/10/2008).
"Saat ini kami punya 20 mobil bersaing dan jika kami kehilangan dua tim maka kami akan punya 16 mobil saja dan itu bisa melenyapkan grid yang kredibel. Beberapa pabrikan sudah mengalami kesulitan jika Anda melihat harga saham mereka," analisa dia.
Mosley beranggapan bahwa olahraga tersebut tak bisa lagi jor-joran mengeluarkan uang dan harus bisa lebih efektif menangani keuangan jika ingin bertahan hidup.
"Ini belumlah terkena masalah krisis keuangan global. Hal seperti itu sudah saya kampanyekan selama dua atau tiga tahun terakhir. Sebelum kesulitan ekonomi saat ini, sudah jelas terlihat bahwa F1 telah sulit dipertahankan."
Hal itu bukanlah perkara sepele karena kalau keadaan terus berjalan seperti ini, F1 ada di ambang maut. "Jika kami tak segera menuntaskan hal ini pada 2010 kami akan berada dalam kesulitan serius. Kami bisa tetap hidup sepanjang 2009, tapi saya tak yakin setelah itu."
"Anda tak bisa menjalankan bisnis dengan pengeluaran yang besarnya dua atau tiga kali lebih besar dari pemasukan. Situasi saat ini bergantung kepada miliarder yang menyubsidi tim," demikian Mosley.
Alhasil, pemotongan pengeluaran sederhana dikatakan Mosley bakal membantu tim untuk bisa survive. Salah satu cara adalah mengurangi biaya untuk merakit sebuah mobil.
"Mesin dan girboks saja menghabiskan 25 juta pound (Rp 419 miliar) setahun dan itu bisa dikurangi sekitar lima persen tanpa ada perbedaan yang sangat mencolok," tandas dia.
( krs / a2s )
Komentar terkini (14 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
