Berita Lain

Indeks Berita

 
Rabu, 08/10/2008 08:03 WIB

West Ham Bisa Cekak
Andi Abdullah Sururi - detiksport


(AFP/Chris Ratcliffe)

London - Kondisi keuangan West Ham United dalam pertanyaan besar menyusul beberapa kasus yang tidak mendukung mereka, termasuk soal kolapsnya bank milik pemilik klub, Bjorgolfur Gudmundsson.

Bank terbesar kedua di Islandia, Landsbanki, baru-baru ini dinyatakan pailit dan telah diambil pihak pemerintah. Gudmundsson, yang keluarganya memiliki saham terbesar di bank tersebut, juga telah didepak dari jabatannya sebagai direksi teras Landsbanki.

Problem keuangan yang dihadapi Gudmundsson boleh jadi berimbas pada West Ham. Wakil ketua klub Asgeir Fridgeirsson, misalnya, mengisyaratkan bahwa pihaknya mungkin takkan memberi dana buat manajer Gianfranzo Zola untuk membeli pemain baru di musim dingin nanti.

Meski begitu Zola bukannya tak bisa sama sekali masuk bursa transfer. Karena skuadnya dinilai gemuk, hampir mencakup 35 pemain, ia dapat  mencari modal untuk membeli pemain baru dengan cara menjual beberapa pemain.

Terkait kolapsnya Landsbanki, Fridgeirsson menjamin bahwa Gudmundsson tidak akan menggunakan duit dari kas West Ham untuk mengatasi masalahnya di Islandia.

"Mr. Gudmunsson tetap berkomitmen penuh pada kesuksesan klub sepakbola ini dan membangun awal menawan yang dibuat Gianfranco Zola," ujar Fridgeirsson. "Takkan berpengaruh langsung. Jadi, dia tak perlu menjual West Ham," lanjutnya.

Gudmunsson membeli klub London timur itu senilai 85 juta poundsterling (Rp 1,4 triliun) pada November 2006. Investasinya bertambah 30,5 juta pounds lagi pada Desember 2007 setelah ia membeli tambahan lima persen saham klub.

Bulan lalu West Ham kehilangan sponsor kaos mereka setelah sebuah operator tur besar di Inggris, XL, kolaps. Menghilangnya sponsor tersebut membuat klub kehilangan pemasukan sekitar lima juta pounds.

Dua minggu lalu, sebuah pengadilan independen meluluskan gugatan Sheffield United terhadap West Ham. Klub divisi dua itu meminta kompensasi tiga puluh juta pounds terkait kasus Carlos Tevez.

Sheffield menganggap Tevez, yang kini bermain di Manchester United, seharusnya tidak dimainkan West Ham saat kedua tim tersebut bertanding di akhir musim 2006/2007. Alasannya, The Hammers belakangan dinyatakan melanggar aturan dalam perekrutan bintang Argentina itu. Tevez mencetak gol ke gawang Sheffield dan membantu timnya bertahan di Premiership, sedangkan Sheffield terlempar ke jurang degradasi.

West Ham, yang saat ini duduk di tangga keenam dalam daftar klasemen sementara Liga Inggris, dalam laporan keuangannya di musim 2006/2007 mengalami kerugian 22 juta pounds, belum termasuk pajak. ( a2s / arp )
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526