Forum detikSport
- Indonesia 'Spesial' di A1... Pejaten
- The Race Of Champions... Phoenix_2003
- F1 Car 2009 - keep update... Pole
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Prediksi 1... Pole
- 2... emblazon
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 15:43 WIB
Rossi: Aku Bisa Jadi Pembalap F1 yang Oke - Jumat, 21/11/2008 05:14 WIB
'Loeb Cukup Cepat untuk F1' - Kamis, 20/11/2008 05:20 WIB
Tes F1 di Barcelona
Vettel Kembali Memimpin di Hari Terakhir - Kamis, 20/11/2008 02:47 WIB
De La Rosa Tak Bikin Sutil Terancam - Rabu, 19/11/2008 16:21 WIB
Buruknya Mobil BMW di Mata Test Driver - Rabu, 19/11/2008 06:20 WIB
Tes F1 di Barcelona
Vettel Tercepat, Red Bull Dominan
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Rabu, 08/10/2008 12:49 WIB
Jelang GP Jepang
Ferrari Ingin Sapu Bersih
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters
Jakarta - Merengkuh gelar juara dunia pembalap dan konstruktor masih jadi ambisi Ferrari. Demi memuluskan jalan ke arah tersebut, finish satu-dua jadi target di Fuji akhir pekan ini.
Usai balapan malam di GP Singapura lalu Ferrari kehilangan puncak pimpinan klasemen konstruktor, dengan nilai 134 mereka tertinggal satu poin dari McLaren. Di klasemen pembalap kondisinya malah lebih buruk karena Felippe Massa saat ini terpaut tujuh poin dari Lewis Hamilton yang masih duduk di posisi teratas.
Meski dalam beberapa seri terakhir mereka mengalami nasib yang kurang baik, namun target yang diusung Ferrari masih sama: menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap. Demi mewujudkan hal itu hasil 100% alias finish satu-dua jadi opsi yang sulit dihindari.
"Seperti saya katakan di Singapura setelah balapan malam, target kami di Jepang dan pada dua balapan terakhir adalah meraih nilai maksimal," ungkap Bos Ferrari, Stefano Domenicali, seperti diberitakan ITV.
Perjuangan meraih hasil sempurna di Sirkuit Fuji akhir pekan ini diakui Domenicali tak akan mudah. Meski begitu dia punya keyakinan tinggi kalau target yang diusungnya bakal bisa diraih, keberhasilan Massa meraih pole dan sempat memimpin GP Singapura sebelum insiden selang bahan bakar menunjukkan kalau Ferrari masih punya potensi.
"Itu pernyataan sederhana tapi merupakan sebuah tugas yang sulit! Bagaimanapun juga, kami memiliki potensi untuk meraih hal tersebut dan kami percaya bisa mendapatkannya."
"Target kami merengkuh dua gelar juara dunia jadi lebih sulit setelah balapan terakhir, terkait kekacauan yang terjadi dengan keluarnya safety car pertama, kami juga tidak membantu diri sendiri menyusul insiden Massa di pit stop," pungkas Domenicali. ( din / key )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Jelang GP Jepang
Ferrari Ingin Sapu Bersih
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters
Usai balapan malam di GP Singapura lalu Ferrari kehilangan puncak pimpinan klasemen konstruktor, dengan nilai 134 mereka tertinggal satu poin dari McLaren. Di klasemen pembalap kondisinya malah lebih buruk karena Felippe Massa saat ini terpaut tujuh poin dari Lewis Hamilton yang masih duduk di posisi teratas.
Meski dalam beberapa seri terakhir mereka mengalami nasib yang kurang baik, namun target yang diusung Ferrari masih sama: menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap. Demi mewujudkan hal itu hasil 100% alias finish satu-dua jadi opsi yang sulit dihindari.
"Seperti saya katakan di Singapura setelah balapan malam, target kami di Jepang dan pada dua balapan terakhir adalah meraih nilai maksimal," ungkap Bos Ferrari, Stefano Domenicali, seperti diberitakan ITV.
Perjuangan meraih hasil sempurna di Sirkuit Fuji akhir pekan ini diakui Domenicali tak akan mudah. Meski begitu dia punya keyakinan tinggi kalau target yang diusungnya bakal bisa diraih, keberhasilan Massa meraih pole dan sempat memimpin GP Singapura sebelum insiden selang bahan bakar menunjukkan kalau Ferrari masih punya potensi.
"Itu pernyataan sederhana tapi merupakan sebuah tugas yang sulit! Bagaimanapun juga, kami memiliki potensi untuk meraih hal tersebut dan kami percaya bisa mendapatkannya."
"Target kami merengkuh dua gelar juara dunia jadi lebih sulit setelah balapan terakhir, terkait kekacauan yang terjadi dengan keluarnya safety car pertama, kami juga tidak membantu diri sendiri menyusul insiden Massa di pit stop," pungkas Domenicali. ( din / key )
Komentar terkini (20 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
