Forum Sepakbola
- Spurs & Harry Redknap... dasawidyantara
- Big Match Chelsea vs Arse... rooney2309
- Dominasi Inggris di liga ... olang_oleng
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Rabu, 19/11/2008 19:03 WIB
The Reds yang Ingin Mendekati Sempurna - Rabu, 19/11/2008 13:52 WIB
Frustasi, Benayoun Ancam Hengkang - Rabu, 19/11/2008 10:47 WIB
Pique 'Bongkar' Dapur MU - Rabu, 19/11/2008 00:39 WIB
Fergie Dihukum FA Lagi - Selasa, 18/11/2008 23:16 WIB
Drogba Dihukum Tiga Pertandingan - Selasa, 18/11/2008 16:47 WIB
'MU Bangkit di Paruh Kedua Musim'
Indeks Berita
detikSport »
i
Senin, 13/10/2008 07:16 WIB
Inspirasi Franco Baresi buat Rafa Benitez
Kris Fathoni W - detiksport

Semenjak musim 2005-06, Reina selalu mencatat clean sheet terbanyak di Liga Primer. Itu yang membuatnya diganjar Golden Glove selama tiga musim beruntun.
Penghargaan tersebut tentu saja bukan semata karena ketangguhan Reina di bawah mistar semata. Lini bertahan "Si Merah" juga punya kontribusi tak kalah besar dalam menahan laju serangan lawan yang berpotensi menyarangkan bola.
Sinergi kesemua aspek di lapangan itu akhirnya bermuara kepada kemampuan Rafael Benitez, sang manajer "Si Merah" sejak tahun 2004 lalu, dalam meracik lini belakang yang tak mudah ditembus.
"Rafa sudah membawa pertahanan ke tingkat selanjutnya. Dia masuk ke dalam tiap rincian, segala hal kecil seperti posisi badan, bagaimana bereaksi ketika lawan menggunakan formasi berbeda," puji bek tengah Liverpool Jamie Carragher kepada situs resmi Liverpool.
Betapa rincinya Benitez mengurusi soal pertahanan sangat mungkin terinspirasi oleh Baresi, bintang Milan periode 1977-1997 yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Permainan Baresi bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti bahkan dinilai sebagai salah satu kuartet bertahan terbaik dalam sejarah sepakbola.
"Pada dasarnya dia (Benitez) mengopi (ketangguhan) Franco Baresi dari AC Milan," ungkap Carragher.
Pemain bertahan yang setia membela Liverpool sejak tahun 1996 tersebut juga menuturkan betapa Benitez bukan hanya lihai dalam mengurusi pertahanan, tapi juga skema permainan secara menyeluruh.
"Dia (Benitez) bisa lima kali mengubah sistem dalam satu pertandingan. Pada pertandingan perdana Robbie Keane, dia (Keane) akhirnya bermain di sayap kiri karena Rafa melihat sesuatu tentang Lazio yang membuatnya ingin menaruh tiga orang di tengah, padahal itu hanya sekadar partai persahabatan," tandas Carragher. ( krs / arp )
Komentar terkini (10 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
