Berita Lain

Indeks Berita

 
Senin, 13/10/2008 07:16 WIB

Inspirasi Franco Baresi buat Rafa Benitez
Kris Fathoni W - detiksport


Liverpool - Lini bertahan Liverpool adalah salah satu yang terbaik di Inggris, terbukti dengan hat-trick penghargaan Sarung Tangan Emas buat Jose "Pepe" Reina. Legenda AC Milan, Franco Baresi, disebut memberikan pengaruh.

Semenjak musim 2005-06, Reina selalu mencatat clean sheet terbanyak di Liga Primer. Itu yang membuatnya diganjar Golden Glove selama tiga musim beruntun.

Penghargaan tersebut tentu saja bukan semata karena ketangguhan Reina di bawah mistar semata. Lini bertahan "Si Merah" juga punya kontribusi tak kalah besar dalam menahan laju serangan lawan yang berpotensi menyarangkan bola.

Sinergi kesemua aspek di lapangan itu akhirnya bermuara kepada kemampuan Rafael Benitez, sang manajer "Si Merah" sejak tahun 2004 lalu, dalam meracik lini belakang yang tak mudah ditembus.

"Rafa sudah membawa pertahanan ke tingkat selanjutnya. Dia masuk ke dalam tiap rincian, segala hal kecil seperti posisi badan, bagaimana bereaksi ketika lawan menggunakan formasi berbeda," puji bek tengah Liverpool Jamie Carragher kepada situs resmi Liverpool.

Betapa rincinya Benitez mengurusi soal pertahanan sangat mungkin terinspirasi oleh Baresi, bintang Milan periode 1977-1997 yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Permainan Baresi bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti bahkan dinilai sebagai salah satu kuartet bertahan terbaik dalam sejarah sepakbola.

"Pada dasarnya dia (Benitez) mengopi (ketangguhan) Franco Baresi dari AC Milan," ungkap Carragher.

Pemain bertahan yang setia membela Liverpool sejak tahun 1996 tersebut juga menuturkan betapa Benitez bukan hanya lihai dalam mengurusi pertahanan, tapi juga skema permainan secara menyeluruh.

"Dia (Benitez) bisa lima kali mengubah sistem dalam satu pertandingan. Pada pertandingan perdana Robbie Keane, dia (Keane) akhirnya bermain di sayap kiri karena Rafa melihat sesuatu tentang Lazio yang membuatnya ingin menaruh tiga orang di tengah, padahal itu hanya sekadar partai persahabatan," tandas Carragher. ( krs / arp )
Komentar terkini (10 Komentar)

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526