Forum detikSport
- F1 Car 2009 - keep update... Pole
- Bernie... NosaAlonso
- Si Jenius Yang Tidak Jen... Pejaten
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Prediksi 1... Pole
- 2... emblazon
Berita Lain
- Rabu, 19/11/2008 16:21 WIB
Buruknya Mobil BMW di Mata Test Driver - Rabu, 19/11/2008 06:20 WIB
Tes F1 di Barcelona
Vettel Tercepat, Red Bull Dominan - Rabu, 19/11/2008 02:32 WIB
Medali Emas buat Juara F1 - Selasa, 18/11/2008 18:25 WIB
F1 Masih Pukau Loeb - Selasa, 18/11/2008 13:20 WIB
Hamilton Akan Balapan Lawan Sepeda - Selasa, 18/11/2008 05:50 WIB
Tes F1 di Barcelona
Sato Tercepat, Loeb Memukau
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Senin, 13/10/2008 12:29 WIB
Hamilton (Ternyata) Belum Belajar
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Kazuhiro Nogi
Oyama - Lewis Hamilton mengaku mendapat pelajaran berharga dari GP Singapura untuk lebih berhati-hati. Namun di GP Jepang dia malah melakukan kesalahan yang sama, yang kini membuatnya menyesal.
Meski mendapat pembelaan dari Ron Dennis dan beberapa pihak menyebut itu merupakan insiden biasa yang tak sepatutnya berbuntut sanksi, tapi Hamilton ternyata merasa menyesal dengan insiden tersebut.
"Saya berpikir kalau Singapura menjadi pelajaran sekaligus pengalaman berharga. Saya benci membalap demi mendapatkan poin, tapi kita semua melihat keuntungan melakukan pendekatan tersebut di saat seperti ini," ungkap Hamilton beberapa hari lalu.
Di balapan malam GP Singapura, Hamilton tampil agak berbeda. Dia yang biasanya sangat agresif - hal mana sempat memunculkan kritik - tampil lebih dingin. Yang paling jelas terlihat adalah saat Jagoan McLaren Mercedes itu memilih untuk tidak menyerang Nico Rosberg demi meraih posisi dua saat balapan tinggal menyisakan beberapa lap.
Namun di GP Jepang kemarin pelajaran tersebut sepertinya sudah dilupakan Hamilton. Di awal balapan saat kehilangan posisi terdepan yang diambil alih Kimi Raikkonen, dia seperti panas dan melakukan tindakan yang kemudian berbuntut jatuhnya drive-through penalty.
"Anda selalu bisa melihat ke belakang dan berharap bisa melakukan sesuatu hal yang berbeda. Saya membuat kesalahan dan saya membayar untuk hal itu. Peristiwa seperti ini bisa terjadi, Anda hanya harus tetap menegakkan kepala dan terus berjalan," ungkap Hamilton di ITV.
Kondisi seperti ini jelas membahayakan pembalap Inggris itu terkait upayanya menjadi juara dunia. Jika tak waspada, kisah dramatis seperti yang terjadi musim lalu bisa terluang tahun ini.
Ketika itu selepas GP Jepang Hamilton memiliki keunggulan 17 poin atas Kimi di posisi dua. Namun kesalahan fatal yang terjadi di GP Cina dan buruknya penampilan di GP Brasil membuat pemuda Inggris itu harus melupakan mimpi menjadi juara dunia di tahun debutnya.
Di akhir kompetisi Hamilton punya nilai 109, kalah satu angka dari Kimi yang mengumpulkan 110 poin.
Akankah kondisi tersebut berulang musim ini? Kalau Hamilton tak kunjung belajar dari kesalahannya, segala hal mungkin saja terjadi. ( din )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Hamilton (Ternyata) Belum Belajar
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Kazuhiro Nogi
Foto Terkait
Meski mendapat pembelaan dari Ron Dennis dan beberapa pihak menyebut itu merupakan insiden biasa yang tak sepatutnya berbuntut sanksi, tapi Hamilton ternyata merasa menyesal dengan insiden tersebut.
"Saya berpikir kalau Singapura menjadi pelajaran sekaligus pengalaman berharga. Saya benci membalap demi mendapatkan poin, tapi kita semua melihat keuntungan melakukan pendekatan tersebut di saat seperti ini," ungkap Hamilton beberapa hari lalu.
Di balapan malam GP Singapura, Hamilton tampil agak berbeda. Dia yang biasanya sangat agresif - hal mana sempat memunculkan kritik - tampil lebih dingin. Yang paling jelas terlihat adalah saat Jagoan McLaren Mercedes itu memilih untuk tidak menyerang Nico Rosberg demi meraih posisi dua saat balapan tinggal menyisakan beberapa lap.
Namun di GP Jepang kemarin pelajaran tersebut sepertinya sudah dilupakan Hamilton. Di awal balapan saat kehilangan posisi terdepan yang diambil alih Kimi Raikkonen, dia seperti panas dan melakukan tindakan yang kemudian berbuntut jatuhnya drive-through penalty.
"Anda selalu bisa melihat ke belakang dan berharap bisa melakukan sesuatu hal yang berbeda. Saya membuat kesalahan dan saya membayar untuk hal itu. Peristiwa seperti ini bisa terjadi, Anda hanya harus tetap menegakkan kepala dan terus berjalan," ungkap Hamilton di ITV.
Kondisi seperti ini jelas membahayakan pembalap Inggris itu terkait upayanya menjadi juara dunia. Jika tak waspada, kisah dramatis seperti yang terjadi musim lalu bisa terluang tahun ini.
Ketika itu selepas GP Jepang Hamilton memiliki keunggulan 17 poin atas Kimi di posisi dua. Namun kesalahan fatal yang terjadi di GP Cina dan buruknya penampilan di GP Brasil membuat pemuda Inggris itu harus melupakan mimpi menjadi juara dunia di tahun debutnya.
Di akhir kompetisi Hamilton punya nilai 109, kalah satu angka dari Kimi yang mengumpulkan 110 poin.
Akankah kondisi tersebut berulang musim ini? Kalau Hamilton tak kunjung belajar dari kesalahannya, segala hal mungkin saja terjadi. ( din )
Komentar terkini (32 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
